

MUGEB – Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, aku bersama ustadzah dan teman-teman sekelas membuat masjid dari jajanan. Kegiatan ini sangat seru dan menantang.
Saat mulai membuat masjid, salah satu temanku, Makayla Safa Diany, bertanya, “Gimana ya biar jadi bagus?”
Kami pun berdiskusi dan mulai bekerja sama. Langkah pertama adalah membuat kerangka masjid dari kardus. Bagian ini cukup sulit.
Aku mendapat tugas membantu mengelem menggunakan lem tembak. Supaya lem tidak cepat kering, kami harus bekerja dengan cepat, tetapi tetap berhati-hati agar aman. Ada yang menempel, ada yang mengelem, dan ada yang membuat kerangka.

Kami juga wajib merekam proses pembuatan masjid. Teman-temanku, Andin dan Ardy, bergantian merekam video. Semua bekerja sama dan saling membantu.
Keesokan harinya, kami mulai berbelanja jajanan untuk menghias masjid. Namun, ternyata jajannya kurang, sehingga kami harus membeli lagi. Kami menggunakan jajanan Tango, permen Milkita, dan wafer Dilan. Kami memilih warna biru karena menurut kami warna tersebut terlihat lebih bagus.
Pada hari berikutnya, kami mulai menghias masjid seindah mungkin. Walaupun kelompok kami belum berhasil menjadi juara, kami tetap senang karena sudah berusaha semaksimal mungkin dan bekerja sama dengan baik. (*)
Oleh Auxilla Shaqeela Mecca, Kelas IV Camel, Anggota Jurnalis Cilik